Wednesday, 11 January 2023

Nama Leluhur Oppung Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng


Bersyukur masih bisa menginventarisasi nama leluhur Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng yang sudah menyebar ke berbagai penjuru. Sangat diyakini masih banyak nama yang belum tercatat karena keterbatasan informasi. Hanya mengandalkan medsos (facebook) dan berkawan dengan semua Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng, data ini bisa tercatat. Mudah-mudahan suatu saat kampung-kampung penyebaran Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng bisa dikunjungi satu persatu sehingga lebih banyak lagi informasi yang didapat.

Di Simalungun tidak pernah ada budaya menanyakan nomor generasi marganya. Bahkan dulu pantang untuk menyebut nama oppungnya. Sehingga hal ini yang membuat nama leluhur tidak bisa dicatat lengkap. Makam leluhur saja banyak yang hilang tak jelas lagi dimana letaknya karena jaman dulu tidak ada tanda/batu nisan pada makam orang Simalungun. Jika orangtua jaman dulu ditanya mengenai leluhur, yang bisa dijawab pasti hanya sampai kakek neneknya saja. Leluhur sebelum kakek neneknya sudah tidak diketahui lagi. Tak heran jika saat ini jika ditanya kepada orang Simalungun, tak banyak yang bisa menjelaskan 5 generasi leluhur sebelumnya. Oleh karena itu, nama leluhur yang sudah diketahui coba dicatat supaya tidak lupa dan nanti bisa berguna bagi generasi penerus.

Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng secara garis keturunan tidak ada hubungan dengan marga Purba yang ada di suku Toba. Kampung asal marga Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng ada di kampung Tikkos atau Cingkes (kata orang Karo). Dan pada jaman kerajaan dulu, Purba Sigumonrong dikenal sebagai Tuan Lokkung. Dalam buku Saragih Garingging karya Taralamsyah Saragih disebutkan bahwa leluhur Purba Sigumonrong ikut dalam rombongan Sipinangsori (leluhur Raja Raya marga Saragih Garingging) hingga sampai di kampung Raya. Rombongan Sipinangsori tersebut diperkirakan tiba di Raya pada tahun 1428. Jadi paling tidak hampir 600 tahun keberadaan marga Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng. Atau sudah ada 23 – 24 generasi hingga saat ini (asumsi 1 generasi adalah 25 tahun). Tapi dari silsilah Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng yang ada saat ini paling banyak hanya sampai 12 generasi yang sudah tercatat yaitu silsilah Purba Sigumonrong yang ada di kampung Parbutaran, Tanoh Jawa.

Nb : Nama-nama Oppung Purba Sigumonrong/Tarigan Gerneng ini tercatat terakhir pada tanggal 16 April 2021

Saturday, 24 July 2021

K E M B A R

Tercatat saat ini ada beberapa orang yang terlahir kembar di keluarga besar Purba Sigumonrong dari Bahapal Raya. 

Dari keturunan Oppung Djohi Sigumonrong : 

1.Marianta br Purba Tambak & Mariani br Purba Tambak. Mereka adalah anak dari pasangan Renalia br Saragih Sidabalok dan Jasalen Purba Tambak. Renalia br Saragih Sidabalok adalah anak dari pasangan Regina br Sigumonrong dan Radialam Saragih Sidabalok. Regina br Sigumonrong adalah anak bungsu dari Djohi Sigumonrong. 

2.Hermandi Damanik & Hermansah Damanik. Mereka adalah anak dari pasangan Pirman Damanik dan Rostina br Sumbayak. Pirman Damanik adalah anak dari pasangan Bonim br Sumbayak dan Pariaman Damanik. Bonim br Sumbayak adalah anak sulung dari pasangan Ajim Sumbayak dan Rennim br Sigumonrong. Rennim br Sigumonrong adalah anak sulung dari Djohi Sigumonrong. 

3.Kiki Sinaga & Koko Sinaga. Mereka adalah anak dari pasangan Sonnaria br Sigumonrong dan Sariaman Sinaga. Sonnaria br Sigumonrong adalah anak dari pasangan Tariam Sigumonrong dan Lestiana br Saragih Simarmata. Tariam Sigumonrong adalah anak dari pasangan Adam Esmar Sigumonrong dan Raminei br Damanik. Adam Esmar Sigumonrong adalah anak dari Djohi Sigumonrong. 

4.Hendra Marbun & Hendri Marbun. Mereka adalah anak dari pasangan Hotna Dameuli br Sumbayak dan Sari Maston Marbun. Hotna Dameuli br Sumbayak adalah anak dari pasangan Marentina br Sigumonrong dan Tuahman Sumbayak. Marentina br Sigumonrong adalah anak dari pasangan Adam Esmar Sigumonrong dan Raminei br Damanik. Adam Esmar Sigumonrong adalah anak dari Djohi Sigumonrong. 

5.Cici Yolanda br Sinaga & Cece Chintia br Sinaga. Mereka adalah anak dari pasangan Nenny br Saragih Garingging dan Jan Waridin Sinaga. Nenny br Saragih Garingging adalah anak dari pasangan Jamarudin Saragih Garingging dan Esterlina br Sinaga. Jamarudin Saragih Garingging adalah anak dari pasangan Soppat br Sigumonrong dan Alim Saragih Garingging. Soppat br Sigumonrong adalah anak dari Djohi Sigumonrong 

 

Dari keturunan Oppung Arab Sigumonrong : 

1. Santa br Sigumonrong & Sinta br Sigumonrong. Mereka adalah anak dari pasangan Antonius Edi Sigumonrong dan br Tampubolon. Antonius Sigumonrong adalah anak dari pasangan Jarpen Sigumonrong dan Ramian br Saragih Garingging. Jarpen Sigumonrong adalah anak dari pasangan Balas Sigumonrong dan Tapi br Sargih Garingging. Balas Sigumonrong adalah anak dari Arab Sigumonrong.

 

Sedangkan dari keturunan Oppung Ronggainim br Sigumonrong, Oppung Sorahmin Sigumonrong dan Jahadam Sigumonrong belum ada tercatat yang lahir kembar.

Monday, 31 May 2021

Berita Dukacita Bulan Mei 2021 (Lanser Sigumonrong - Jonni Sinaga - Barani Tampubolon)

 

Lanser Erybertus Purba Sigumonrong
Pada bulan Mei 2021 ini Keluarga Besar Purba Sigumonrong Bahapal Raya mengalami dukacita karena ada 3 orang yang dipanggil Tuhan kembali ke pangkuanNya.

Tanggal 4 Mei 2021 hari selasa malam Lanser Erybertus Purba Sigumonrong dipanggil Yang Maha Kuasa setelah dua malam dirawat di Rumah Sakit Tarakan Jakarta karena komplikasi penyakit. Dia adalah anak kedua dari pasangan Sahman Purba Sigumonrong dan Agnes Sumiati. Kedua orangtuanya telah lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan. Ibunya lebih dahulu dipanggil Tuhan pada tahun 2010 karena kecelakaan, dan 8 tahun kemudian ayahnya menyusul dipanggil Tuhan karena sakit. Sahman Purba Sigumonrong adalah anak kedua dari pasangan Ernist Purba Sigumonrong dan Pinar Amerlina br Saragih Garingging. Ernist Purba Sigumonrong adalah dari Djohi Purba Sigumonrong (Sipukkah Huta Bahapal Raya).

Lanser dilahirkan di Jakarta tanggal 22 Oktober 1980 dan tutup usia dalam usia 40 tahun 6 bulan 12 hari. Dia meninggalkan saudara sekandung yaitu Hawani br Purba Sigumonrong, Hariana br Purba Sigumonrong, Ucok Lukman Purba Sigumonrong dan Ruben Purba Sigumonrong. Dia dimakamkan di TPU Tegal Alur pada tanggal 5 Mei 2021, dan masih di TPU yang sama dengan kedua orangtuanya. Semoga keluarga dekat yang ditinggalkan segera mendapatkan penghiburan dari Tuhan dan tetap semangat menjalani hari-hari ke depan.

 

Jonni Sinaga

Berita dukacita yang kedua datang dari Cipayung pada tanggal 5 Mei 2021 hari Rabu dimana Jonni Sinaga dipanggil Yang Maha Kuasa karena sakit. Memang sudah lebih dari dasawarsa Jonni Sinaga mengalami sakit dan berada di kursi roda. Walaupun dalam kondisi sakit dan di kursi roda, tapi semangatnya selalu terlihat apalagi dalam acara adat yang mengharuskan dia hadir. Pernah suatu waktu dia hadir sebagai Tondong Pamupus dalam acara pesta palaho boru oleh Jonny Sumbayak, dan saat akan manghioui, dia meminta supaya lagu Anak Medan dikumandangkan. Dan lagu Anak Medan juga yang sering dilantunkan saat horja adat Sayur Matuanya karena memang lagu itu adalah lagu favoritnya.

Jonni Sinaga dikenal sebagai Jonni Medan oleh keluarga dekatnya, dia lahir tanggal 27 Juli 1957. Dia anak pertama dari pasangan Jasmen Sinaga dan Roslina br Purba Sigumonrong. Ayahnya, Jasmen Sinaga adalah anak pertama dari pasangan Ferdinan Sinaga dan Holmou br Purba Sigumonrong dari kampung Simbou Kehen. Holmou br Purba Sigumonrong adalah putri dari Djohi Purba Sigumonrong (Sipukkah Huta Bahapal Raya). Sedangkan ibunya, Roslina br Purba Sigumonrong adalah anak pertama dari pasangan Balas Purba Sigumonrong dan Tapi br Purba Sigumonrong dari kampung Parjalangan. Sebenarnya Balas Purba Sigumonrong berasal dari Bahapal Raya juga. Ayah dari Balas Purba Sigumonrong adalah Arab Purba Sigumonrong yang berasal dari Bahapal Raya dan kemudian menetap di Sindar Raya. Arab Purba Sigumonrong adalah adik dari Djohi Purba Sigumonrong.

Jonni Sinaga pergi meninggalkan seorang istri, Rosna br Damanik dan 2 orang anak yang sudah menikah (Hera br Sinaga yang menikah dengan Ridwan Panjaitan dan Johan Sinaga yang menikah dengan Enda br Damanik) dan 1 orang cucu yang bernama Boni Hamonangan Sinaga. Jonni Sinaga tutup usia dalam usia 63 tahun 9 bulan 8 hari dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan.


Barani Tampubolon

Kabar dukacita yang ketiga datang dari Sungailiat, Bangka. Barani Tampubolon adalah suami dari Belserida br Saragih Garingging meninggal dengan tiba-tiba dan diduga karena serangan jantung karena meninggal jatuh di kamar mandi pada tanggal 24 Mei 2021 hari senin sore. Dia meninggal tepat 3 hari menjelang usianya 61 tahun. Dia lahir tanggal 27 Mei 1960.

Pensiunan PNS ini meninggalkan seorang istri, 3 orang anak, 1 orang menantu dan 1 orang cucu. Anak yang pertama adalah seorang perempuan dan sudah bekerja sebagai guru yang bernama Venny br Tampubolon. Anak yang kedua adalah seorang lak-laki lulusan kedokteran dan kemudian mengabdi sebagai perwira TNI yang bernama Lettu CKM Darma Tampubolon dan sudah menikah dengan Ade Martha br Sidauruk serta dikaruniai anak laki-laki yang bernama Alvaro Yosafat Tampubolon. Anak yang ketiga adalah seorang laki-laki yang sudah bekerja juga bernama Sando Tampubolon.

Istrinya bernama Belserida br Saragih Garingging adalah anak pertama dari pasangan Saragih Garingging dan Kasmina br Sinaga dari Simbou Kehen. Kasmina br Sinaga adalah anak dari pasangan Ferdinan Sinaga dan Holmou br Purba Sigumonrong. Holmou br Purba Sigumonrong adalah anak dari Djohi Purba Sigumonrong (Sipukkah Huta Bahapal Raya). Tuhan menguatkan keluarga yan ditinggalkan untuk tetap terus berserah diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.






Sunday, 15 November 2020

JOHA SIGUMONRONG dan JOHI SIGUMONRONG

Ada informasi menarik ketika saya mencoba mengumpulkan semua data keturunan purba sigumonrong yang sudah menyebar kemana-mana bahkan ada beberapa yang tidak mengetahui kampung asal leluhurnya sebelum menetap pada kampung yang saat ini didiami. Informasi menarik tersebut datang dari keturunan purba sigumonrong yang saat ini menetap di Sarang Giting. Kampung Sarang Giting ini masuk lebih dalam lagi dari kampung Dolog Masihol di Kabupaten Serdang Bedagai.

Dari salah seorang keturunan purba sigumonrong yang ada di Sarang Giting yang bernama Lau Mancur Purba Sigumonrong diketahui bahwa Oppung Nono nya yang bernama Joha Purba Sigumonrong adalah marga purba sigumonrong yang pertama menetap di kampung Sarang Giting bahkan sampai saat ini purba sigumonrong yang menetap di kampung ini hanya keturunan dari Oppung Joha. Oppung Joha selama hidupnya sangat tertutup sekali dengan sejarah asal usulnya karena ada hal yang pahit dialaminya pada waktu tinggal di Raya sebelum menetap di Sarang Giting. Dari cerita yang dituturkan oleh keturunannya diketahui bahwa Oppung Joha asalnya dari Raya, tapi tidak jelas Raya yang mana. Dan sewaktu tinggal di Raya pernah suatu waktu makanan untuk Raja hilang dan kemudian ditemukan ada di rumah Oppung Joha, sehingga hal ini membuat Raja marah dan akan membunuhnya. Namun saat itu Oppung Joha tidak berada di dalam rumah. Dan ketika Oppung Joha hendak pulang ke rumahnya dari suatu tempat, dengan ilmu kesaktiannya ia mengetahui bahwa ia sedang ditunggu oleh pasukan Raja di rumahnya. Karena hal tersebut, diurungkannya niat pulang ke rumahnya karena khawatir akan ditangkap dan dibunuh. Dan ia pun kemudian pergi sejauh mungkin dari rumahnya saat itu untuk mencari tempat yang aman. Hingga akhirnya sampailah ia di Sarang Giting dan memulai kehidupan yang baru di sana.

Oppung Joha memiliki istri yang bernama Sarianna br Saragih Sumbayak. Dari istri boru Sumbayak lahir 5 orang anak laki-laki. Dari 5 orang anak laki-laki tersebut ada yang kembar. Sayangnya hanya 2 nama saja yang baru diketahui dengan jelas nama anak Oppung Joha ini. Anak yang pertama tidak diketahui namanya dan kemudian keluar dari Sarang Giting dan menetap di Juhar (tanah Karo) dan kemudian berganti marga menjadi Tarigan. Anaknya semua perempuan. Anak kedua dan ketiga dari Oppung Joha adalah kembar dan salah satunya bernama Siman Purba Sigumonrong dan lebih dikenal dengan sebutan Guru Siman. Guru Siman memiliki istri yang bernama Noni br Sipayung. Anak dari Guru Siman ini ada 3 yaitu Samuel, Nuriman dan Nuria (menikah dengan marga Saragih Dajawak dan tinggal di Silandoyung). Nama kembaran dari Guru Siman belum diketahui tapi anaknya ada 4 orang, 3 laki-laki (Buyung, Dehem dan Madin) dan 1 perempuan bernama Imah. Anak keempat dari Oppung Joha yaitu bernama Jomat Purba Sigumonrong yang keluar dari Sarang Giting dan menetap di kampung Pasangan, Sindar Raya. Oppung Jomat memiliki istri bernama Bunga Ronim br Saragih Garingging, dan memiliki 4 anak laki-laki (Tuit, Salam dan Usin) dan 3 anak perempuan (Iten, Rubiah dan Nursiah). Di Pasangan, Sindar Raya, Oppung Jomat ini dikenal dengan Si Nahei Bosi karena sebelah kakinya memakai kaki palsu dari besi. Dan anak kelima dari Oppung Joha belum diketahui namanya tapi anaknya perempuan ada 2 bernama Timah dan Dariah dan saat ini keturunannya tinggal di Sarang Giting.

Dan informasi lain yang lebih menarik adalah bahwa Oppung Joha memiliki saudara yang bernama Johi. Sejauh data yang sudah saya kumpulkan mengenai keturunan purba sigumonrong, tak ada satu pun purba sigumonrong yang bernama Johi selain Johi sipukkah huta Bahapal Raya, yang adalah Oppung Nono saya.

Sehingga yang menjadi pertanyaan, benarkah Oppung Johi bersaudara kandung dengan Oppung Joha?

Dari silsilah purba sigumonrong keturunan dari Bahapal Raya yang ditulis pertama kali oleh Bapatua Djasminer Purba Sigumonrong (alm) tahun 1991 juga tidak ada tertulis nama Joha dalam silsilah tersebut. Oppung Johi dicatat adalah anak pertama dari Suhut Purba Sigumonrong. Saudara Oppung Johi adalah Oppung Arab, Oppung Ronggainim dan Oppung Sorahmin.

Mengenai Oppung Joha ini akhirnya pernah saya tanyakan juga kepada tutur orangtua keturunan dari Bahapal Raya dan tidak ada yang mengetahui jika ada saudara Oppung Johi yang bernama Oppung Joha yang menetap di Sarang Giting. Satu-satunya informasi yang didapat dari Ibunya Lau Mancur Purba Sigumonrong di Sarang Giting bahwa sekitar tahun 1970an Bapatua Arpinus Purba Sigumonrong (alm) yang waktu itu bekerja di dinas kehutanan pernah ditugaskan ke Sarang Giting dan akhirnya singgah dan bermalam di rumahnya Bapa Samuel Purba Sigumonrong (ayahnya Kandi Moro dan Lau Mancur Sigumonrong) di Sarang Giting dan mereka saling bercerita mengenai asal usulnya. Cerita yang disampaikan oleh Bapa Samuel seperti cerita tentang Oppung Joha di atas juga ternyata belum pernah didengar oleh Bapatua Arpinus. Tak lama kemudian Bapatua Arpinus pun menceritakan langsung kepada bapanya yaitu Oppung Adam Esmar mengenai kisah dari Oppung Joha tersebut. Dan katanya cerita itu dibenarkan oleh Oppung Adam.

Jadi, benarkah Oppung Johi memiliki saudara kandung yang lain bernama Oppung Joha?

 

Masih perlu banyak informasi dan penelusuran lebih dalam supaya sampai pada kesimpulan bahwa Oppung Johi memiliki saudara kandung lain yang bernama Oppung Joha.

 

Jakarta, 15 November 2020

 Darwin Sigumonrong

(Pan Azaryas)