Monday, 8 May 2017

Anak/Parumaen Pakon Boru/Hela Ampa Pahompu ni Ompung Djohi Sigumonrong

Ompung Djohi Sigumonrong dikenal sebagai Sipukkah Huta Bahapal Raya. Sebelumnya dia menetap di kampung Raya Dolog yang adalah kampung dari Tulangnya bermarga Saragih Garingging (Tuan Raya Dolog).

Ompung Djohi diperkirakan lahir antara tahun 1860-1870. Meninggal dunia tanggal 26 Desember 1920 di Bahapal Raya. Pada saat meninggal dunia, diketahui dia meninggalkan 11 orang anak (4 laki-laki dan 7 perempuan), 1 orang hela dan 1 orang cucu. Helanya adalah Pdt J. Wismar Saragih Sumbayak dan cucunya adalah anak pertama dari Pdt J. Wismar Saragih yang bernama Japorman Saragih Sumbayak.

Dari 3 istri Ompung Djohi, berikut nama anak-anaknya, menantu serta cucu-cucunya :

  1. Ompung Ernist Sigumonrong. Istri pertama bernama Rosianna br Sumbayak (boruni Tuan Raya Usang). Istri kedua bernama Pinar Amerlina br Garingging (boruni Tuan Huta Dolog). Dari istri pertama melahirkan 3 orang anak yaitu Sarman Sigumonrong, Ingot Marsaulina br Sigumonrong dan Saruhum Sigumonrong. Dan dari istri kedua melahirkan 5 orang anak yaitu Liharman Sigumonrong, Sahman Sigumonrong, Murni br Sigumonrong, Jarinsen Sigumonrong dan Sahlan Sigumonrong.
  2. Ompung Rennim br Sigumonrong. Suaminya bernama Ajim Sumbayak Partalun. Anaknya yang diketahui adalah bernama Leranna br Sumbayak, Jadik Sumbayak, Horfi br Sumbayak, Karmina br Sumbayak dan Salmon Sumbayak.
  3. Ompung Katarina br Sigumonrong. Suaminya adalah Pdt Jaulung Wismar Saragih Sumbayak (Bona ni Gonrang). Anaknya Japorman Sumbayak, Alina br Sumbayak, Jawamen Sumbayak, Pasti br Sumbayak, Pdt Minaria br Sumbayak, Japolim Sumbayak dan Jaiman Sumbayak.
  4. Ompung Gajim Sigumonrong. Istrinya adalah Sumainim br Garingging (boruni Tuan Sindar Raya). Anaknya : Mulainim br Sigumonrong, Gafman Sigumonrong, Rosmita br Sigumonrong, Pekainim br Sigumonrong, Harmen Sigumonrong, Gustaf Sigumonrong, Gipson Fredy Sigumonrong, Mariani br Sigumonrong, Penry Sigumonrong.
  5. Ompung Tanim br Sigumonrong. Suaminya adalah Taham Sumbayak Pamajuhi. Anaknya : Asmen Sumbayak, Saralen Sumbayak, Walsen Sumbayak, Timan (Gunrai) Sumbayak
  6. Ompung Adam Esmar Sigumonrong. Istrinya adalah boru Damanik. Anaknya : Tariam Sigumonrong, Maren br Sigumonrong, Arpinus Sigumonrong, Ostarlina br Sigumonrong, Marsianna br Sigumonrong, Erna br Sigumonrong, Japardin Sigumonrong, Menti br Sigumonrong, Omer br Sigumonrong
  7. Ompung Saornim br Sigumonrong. Suaminya Rahajim Sumbayak Partalun. Anaknya : Jasim Sumbayak, Ersianus Sumbayak, Seven br Sumbayak
  8. Ompung Adim Julianus Sigumonrong. Istrinya Mahonim Kertinaria br Sumbayak. Anaknya : Djasminer Sigumonrong, Hannauli br Sigumonrong, Hepiana br Sigumonrong, Jan Cyrus Sigumonrong, Jaman Sonang Sigumonrong, Jaserman Sigumonrong, Simson Sigumonrong, Meldiamen Sigumonrong
  9. Ompung Holmou br Sigumonrong. Suaminya Ferdinan Sinaga Bonor. Anaknya : Jasmen Sinaga, Liben Sinaga, Japensar Sinaga, Rontina br Sinaga, Kasmina br Sinaga, Kurnia br Sinaga, Ros br Sinaga, Dame br Sinaga
  10. Ompung Soppat br Sigumonrong. Suaminya marga Garingging. Anaknya : Jamarudin Garingging, Japaner Garingging, Esson Garingging, Jamal Garingging, Merly br Garingging
  11. Ompung Regina br Sigumonrong. Suaminya marga Sidabalok. Anaknya : Jardin Sidabalok, Jan Sadarmen Sidabalok, Kamek br Sidabalok, Menna br Sidabalok, Uli br Sidabalok.
Berdiri Dari Kiri Ke Kanan : Ernist Sig, Gajim Sig, Adam Esmar Sig
Duduk Dari Kiri Ke Kanan : Rennim br Gonrong dan Katarina br Gonrong

Dari Kiri Ke Kanan : Soppat br Gonrong, Ingot br Gonrong (Boruni Ernist Sig), Regina br Gonrong, Sumainim br Garinging (Ny Gajim Sig), Sarlide br Sumbayak (Ny Djasminer Sig), M.Kertinaria br Sumbayak (Ny Adim Julianus Sig)

Wednesday, 2 November 2016

LAMBANG & FILOSOFI MARGA PURBA SIGUMONRONG


Ketika perang antar suku masih merupakan pola kehidupan di zaman nenek moyang, seorang anak yang cemerlang diselamatkan oleh orangtuanya dari pembataian musuh dengan menyembunyikannya di balik sebuah gong. Sang anak pun luput dari maut, bertumbuh dewasa dan kemudian hari menjadi panglima perang. Demikian hikayat asal-usul marga Purba Sigumonrong yang memiliki kesejajaran dengan kisah Nabi Musa yang diselamatkan dalam keranjang bayi di sungai Nil.

Gong menjadi lambang Purba Sigumonrong yang menggambarkan jiwa ketokohan, panutan dan penentu dalam kehidupan masyarakat. Sebelas anak panah (dalam bahasa Simalungun : sapuluh sada) melambangkan sentra-sentra penyebaran kaum marga Purba Sigumonrong di berbagai huta hasusuran (Cingkes, Marubun Lokkung, Raya Panribuan, Bahapal Raya, Mappu, Raya Tongah, Sondi Raya/Partayuban, Sinondang/Bawang, Bah Bolon, Sambosar dan Nagori Dolog) yang berapapun jumlahnya semuanya terikat dalam satu kesatuan yang bulat. Tulisan PURBA SIGUMONRONG berwarna hitam menggambarkan ketegasan sikap dan ketegaran. Latar belakang awan dan langit nan biru menggambarkan kelembutan dan keceriaan hati. Nuansa merah-hitam dari bola dunia dan panah api yang melesat melambangkan keberanian menerobos ke masa depan dengan semangat menggemuruh genderang Sigumonrong
Ditulis dan didisain oleh Bp St. Holman Purba Sigumonrong

Wednesday, 26 October 2016

In Memoriam Simson Purba Sigumonrong

Mengenang 20 tahun kepergianmu.
25 Oktober 1996 - 25 Oktober 2016

Lahir di Bahapal Raya, 14 Februari 1953. Merantau ke pulau Bangka tahun 1974 dan bekerja sebagai karyawan BUMN PT Timah, Tbk.
Meninggal pada hari Jumat, 25 Oktober 1996 saat melakukan perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah.


Friday, 21 October 2016

Kompak Berfoto : Jaman-Simson-Jansen-Maman-Robert

Kompaknya yang bersaudara ini berfoto bersama. Foto ini tinggal kenangan karena 4 dari 5 orang yang berfoto ini sudah mendahului berpulang ke rumah penciptanya. Saat ini yang masih hidup adalah Robert Sitopu yang tinggal di daerah Pondok Gede, Bekasi.

berdiri kiri ke kanan : Robert Sitopu-
Jaman Sonang Sigumonrong-Simson Sigumonrong
duduk kiri ke kanan : Jansen Sigumonrong-
Jan Diarman Sitopu
Mereka berfoto di studio jalan Sutomo, Pematang Siantar kira-kira tahun 1973.
Yang berdiri mulai dari kiri ke kanan adalah Robert Sitopu, Jaman Sonang Sigumonrong, Simson Sigumonrong. Yang duduk dari kiri ke kanan adalah Jansen Sigumonrong, Jan Diarman Sitopu.

Jan Diarman Sitopu dan Robert Sitopu bersaudara kandung, anak dari Jiham Sitopu dan Ingot Marsaulina br Sigumonrong. Ingot Marsaulina br Sigumonrong adalah anak perempuan dari Ernist Sigumonrong yang dilahirkan dari istri pertama Hormanta br Sumbayak.

Jaman Sonang Sigumonrong dan Simson Sigumonrong bersaudara kandung, anak dari Adim Julianus Sigumonrong dan Mahonim Kertinaria br Sumbayak.

Jansen Sigumonrong adalah anak dari pasangan Tariam Sigumonrong dan Lestiana br Saragih. Tariam Sigumonrong adalah anak dari Adam Esmar Sigumonrong.

Ernist Sigumonrong, Adam Esmar Sigumonrong dan Adim Julianus Sigumorong adalah anak dari Djohi Sigumonrong (sipukkah huta bahapal raya).


Friday, 14 October 2016

Barita Pusokni Uhur : Makkela Sarmel Saragih Sumbayak & Bapa Jawasman "Asang" Sigumonrong

Berita duka yang pertama yang saya baca adalah berpulangnya Makkela Sarmel Saragih Sumbayak ke rumah Bapa di surga. Informasi ini terbaca jelas pada status yang dibuatkan oleh anak perempuan Makkela ini yang bernama Ellywati br Sumbayak. Antara kaget dan tidak kaget membaca informasi kepergian dari Makkela ini karena selama ini memang kondisi kesehatannya naik turun. Sempat beberapa kali masuk rumah sakit, setelah itu sehat kembali dan pulang. Dan di saat-saat kesehatannya begitu fit, Makkela ini pun sering diajak jalan-jalan oleh anak-anaknya. Ke Jakarta, ke Pekanbaru bahkan ke Tomok. Hal ini bisa diketahui dari status yang dibuatkan anak-anaknya melalui facebook.

Makkela ini adalah suami dari Amboru Mulainim br Purba Sigumonrong. Amboru Mulainim ini adalah boru sikahanan dari Oppung Gajim Purba Sigumonrong. Sudah lama Makkela ini menduda karena ditinggal lebih dulu oleh Amboru ini. Profesi Makkela ini adalah guru. Sebagai guru tentu dia menjadi teladan bagi murid-muridnya. Selalu menasehati hal yang baik dan tentu saja dia seorang pendidik. Terakhir bertemu Makkela ini saat memperingati ulang tahunnya yang ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur pada bulan Maret 2015 yang lalu. Pengakuan dari anak-anaknya waktu itu memang Makkela ini sudah pikun. Tidak banyak lagi yang diingatnya. Bahkan ketika orang-orang memberi ucapan selamat ulang tahun padanya, kemungkinan Makkela ini sudah lupa sama orang tersebut.

Tentu banyak hal yang akan dikenang dari Makkela terutama oleh anak-anak dan cucu-cucunya bahkan cicitnya. Kurang tahu persis berapa orang cucu dan cicitnya. Yang jelas Makkela ini meninggalkan 3 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan yang semuanya sudah menikah.
Selamat jalan Makkela...engkau pasti dikenang sebagai sosok yang baik dan penasehat bagi keturunanmu. Makkela ini lahir bulan Maret 1934 dan meninggal dunia pada 14 Oktober 2016 dalam usia 82 tahun.

Makkela Sarmel Saragih Sumbayak






















Berita dukacita yang kedua yaitu datang dari Sondi Raya. Beliau adalah Bapa Jawasman Sigumonrong atau lebih dikenal dengan sebuatan Bapa Asang Sigumonrong. Bapa Asang Sigumonrong adalah anak dari Oppung Tarianus Sigumonrong yang merupakan cucu dari Oppung Jorbaik Sigumonrong. Oppung Jorbaik ini bersaudara dengan Oppung Suhut, Oppung Torangin dan Oppung Urungtama. Dan keempat Oppung ini adalah anak dari Oppung Maradat Sigumonrong.

Bapa Asang belakangan juga dikabarkan kesehatannya menurun. Hal ini juga bisa diketahui dari postingan anaknya di media facebook. Terakhir dia dirawat di rumah dan dari foto yang diupload oleh anaknya terlihat bahwa dia terbaring di tempat tidur di rumahnya dan terlihat juga botol inpus ada di dekatnya.

Terus terang saya belum pernah ketemu dengan Bapa Asang. Tapi saya punya kesan padanya ketika suatu waktu di tahun 2007 dia menelepon saya. Saat itu dia mendapat kiriman silsilah purba sigumonrong bahapal raya yang saya susun. Dia menanyakan darimana saya mendapatkan informasi silsilah tersebut. Dia mungkin cukup terkejut karena silsilah yang dibuatkan tersebut cukup lengkap mulai dari Oppung Maradat sampai 5 generasi di bawahnya. Dia memang banyak mengetahui tentang Sigumonrong. Hal ini terbukti saat tuppuan Purba Sigumonrong di Medan mengadakan Seminar Asal Usul Purba Sigumonrong, dia termasuk menjadi narasumber. Dari beberapa orangtua marga Purba Sigumonrong yang pernah saya tanya tentang sejarah Purba Sigumonrong, rata-rata mereferensikan dia sebagai narasumber. Bahkan bukan cuma tentang Purba Sigumonrong, tentang Simalungun masa silam pun banyak yang dia ketahui.

Kini Bapa Asang sudah berpulang ke rumah penciptanya. Kurang tahu persis berapa usia Bapa Asang ketika meninggal. Diperkirakan sekitar 80an tahun. Bapa Asang ini masih punya kakak yang masih hidup dan saat ini usianya 90 tahun yaitu Amboru Menna br Purba Sigumonrong yang tinggal di Jakarta Timur.
Selamat jalan Bapa Asang. Semoga banyak penerusmu yang mewariskan pengetahuanmu tentang Sigumonrong dan Simalungun.

Bapa Asang Purba Sigumonrong